Talk To Us

Pratinjau

Dengan perangkat konseptual tentang formasi sosial dan cara berproduksi, Kuntowijoyo menganalisis struktur masyarakat tradisional Madura dan perkembangannya dalam kurun waktu 1850 sampai dengan 1940. Sebagai satuan ekohistorikal, keunikan Madura adalah bentukan ekologi tegal yang khas, yang berbeda dari, misalnya, ekologi sawah di Jawa. Tipe ekologi tegal itu membentuk pola pemukiman yang terpencar, besarnya migrasi keluar daerah, struktur dan organisasi social ekonomi, kepribadian orang Madura yang individual-centered, dan kepemimpinan politik di tangan ulama. Pendek kata, ekologi tegal telah membentuk sejarah.

Madura secara menyeluruh, yakni sejarah dengan tema pokok tarik-menarik kekuatan politik antara ulama local dan pemerintah. Kajian semacam ini penting bagi akademisi, pengamat social, teknokrat, para pengambil kebijakan, dan siapa pun yang tertarik sejarah social. Sebab, pengetahuan tentang latar sejarah social suatu masyarakat sangatlah dibutuhkan untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan yang muncul dalam gelombang perubahan social kita di peralihan abad ini.

Detail

  • Penerbit: MataBangsa
  • Softcover: 715 halaman
  • Dimensi: 14.5 x 20 cm

Abad 16 bagai anak tiri yang terlantar dalam sejarah Jawa. Dalam banyak tulisan dan kajian, hampir tak ada tempat bagi Senapati di Mataram, kerajaan yang kelak memainkan peranan penting di panggung sejarah. Buku ini mengupas itu semua, proses naiknya Senapati, pedalaman-pesisir Jawa, dan hal-hal yang terjadi di sekitarnya.



Budaya dan Masyarakat Orang bisa memberi tafsir yang bermacam-macam tentang perubalian masyarakat dan kebudayaan, karena kedua-duanya memang kaya dengan muaran. Buku ini merupakan hasil pengembaraan intelektual Kuntowijoyo dalam kapasitasnya sebagai sejarawan dan budayawan, yang sangat intens dalam mengamati masyarakat Ditambah dengan penguasaan yang lua terhadap teori-teori “acmal besar”, menjadikan karya…



Di bawah pimpinan Semaoen, para pendukung Sarekat Islam berasal dari kaum buruh dan rakyat kecil. Pergantian pengurus itu adalah wujud pertama dan perubahan gerakan Sarekat Islam Semarang. Dari gerakan kaum menengah menjadi gerakan kaum buruh dan tanı. Saat itu sangat penting artinya bagi sejarah modern Indonesia, karena dari sini lahirlah…



Salah satu dari konsep sufisme itu, ikhlas, saya ungkapkan lewat cerpen “Sepotong Kayu untuk Tuhan” dalam kumpulan Dilarang Mencintai Bunga-Bunga. Seorang laki-laki tua dengan susah payah telah menebang pohon dan mendorong- nya ke seberang sungai untuk sumbangan pem- bangunan surau. Kayu itu diletakkannya di pinggir sungai. Akan tetapi, banjir membawa…



Find out more

Book a call at a time that suits you

linkedin

Find us on linkedin