Talk To Us

Pratinjau

“Kurun tidaklah senantiasa beruntun, namun demikian, tradisi penulisan sejarah, khususnya di Jawa, cenderung untuk membangun suatu galur sehingga kuasa dapat dipandang sebagai yang senantiasa sinambung sejak dari pangkalnya, entah Nabi Adam atau Batara Guru menggilirkan tampuk kewenangan dalam suatu runtun tunggal kedinastian. Begitulah babad-babad ditulis.

Nancy K. Florida dalam buku ini menyajikan suatu “”babad alternatif”” yang digubah oleh seorang yang terpinggirkan di tanah buangan, Babad Jaka Tingkir, yang justru tak memuat kisah tokoh Jaka Tingkir itu sendiri, untuk memberi pandangan tanding tentang sejarah dan kuasa. Mengisahkan tentang yang silam, babad ini menerawang ke depan membeberkan panggugn kesejarahan dalam mengantisipasi gerak sejarah ke masa yang menjelang.

Dalam babad ini tokoh-tokoh Brawijaya, Jaka Prabangkara, para Wali, Sultan Demak, Seh Siti Jenar, Malang Sumirang, Ki Ageng Pengging, dan yang lainnya tampil silih berganti dalam sejumlah babak dan bingkai dengan berbagai adegan yang saling menyela, bukan untuk membangun alur tunggal penuturan, tetapi untuk membangun jalinan yang terdiri dari banyak pusat dan peristiwa. Dengan jalinan ini maka tak ada satu tokoh, wangsa ataupun peristiwa dominan yang akan menjadi acuan pengisahan sehingga menjadi penafsir tunggal kebenaran dalam tindakan yang akan muncul di atas panggung sejarah.

Sejarah yang disajikan terbentuk karena kelapangan dalam merengkuh berbagai pihak yang beperan serta dalam memaknai dan bertindak di dalamnya. Suatu kearifan memandang yang saat ini sangat terasa kita perlukan.”

Detail

  • Penerbit: MataBangsa
  • ISBN: 9793062835
  • Softcover: 562 halaman
  • Dimensi: 16 x 24 cm

Budaya dan Masyarakat Orang bisa memberi tafsir yang bermacam-macam tentang perubalian masyarakat dan kebudayaan, karena kedua-duanya memang kaya dengan muaran. Buku ini merupakan hasil pengembaraan intelektual Kuntowijoyo dalam kapasitasnya sebagai sejarawan dan budayawan, yang sangat intens dalam mengamati masyarakat Ditambah dengan penguasaan yang lua terhadap teori-teori “acmal besar”, menjadikan karya…



Salah satu dari konsep sufisme itu, ikhlas, saya ungkapkan lewat cerpen “Sepotong Kayu untuk Tuhan” dalam kumpulan Dilarang Mencintai Bunga-Bunga. Seorang laki-laki tua dengan susah payah telah menebang pohon dan mendorong- nya ke seberang sungai untuk sumbangan pem- bangunan surau. Kayu itu diletakkannya di pinggir sungai. Akan tetapi, banjir membawa…



Dengan ulasan yang sangat bernas, buku ini amat sesuai untuk digunakan sebagai referensi utama dalam melihat hubungan Islam dan ilmu pengetahuan, baik menyangkut aspek-aspek epistemologi (dasar-dasar pengetahuan), metodologi (cara-cara menerjemahkan agama yang normatif ke dalam ilmu teoretis), maupun etika (hubungan antara Islam sebagai ilmu dan realitas sosial).



Bagaimana persatuan, kedamaian, dan keamanan dapat diraih Jawaban Hobbes adalah “kedaulatan’. Tetapi bangkitnya minat hari ini kepada Leviathan bukan berkaitan dengan jawaban ini, melainkan metode untuk meraih jawahan tersebut. Hobbes melihat politik sebagai ilmu yang sanggup memiliki pendekatan aksiematik setara geometri. Karena itulah dia mulai dengan prinsip-prinsip dasar hakikat manusia…



Find out more

Book a call at a time that suits you

linkedin

Find us on linkedin