Bagaimana persatuan, kedamaian, dan keamanan dapat diraih Jawaban Hobbes adalah “kedaulatan’. Tetapi bangkitnya minat hari ini kepada Leviathan bukan berkaitan dengan jawaban ini, melainkan metode untuk meraih jawahan tersebut. Hobbes melihat politik sebagai ilmu yang sanggup memiliki pendekatan aksiematik setara geometri. Karena itulah dia mulai dengan prinsip-prinsip dasar hakikat manusia sebelum membahas politik dan sistem negara.
Ditulis selama Perang Sipil berlangsung 1640-1660 di Inggris, salinan Leviathan yang sudah tersebar kemana-mana disita dan dibakar ramai-ramai di depan publik ketika Hobbes masih hidup. Parlemen yang dikuasai kaum Puritan melaknat buku ini sebagai penyebab Kebakaran Besar di Londen! Daya tarik buku ini bagi abad ke-20 bukan karena diangkatnya status politik menjadi ilmu, melainkan perspektif Hobbes untuk meraih perdamaian negeri. Menurut Hobbes, hakikat negara sama dengan hakikat manusia. dimana hidup yang “kotor, brutal, dan singkat (dan patriarkhi) adalah fakta yang tidak bisa diganggu-gugat, sehingga analisa sistematis tentang kekuasaan tidak boleh mengabaikannya. Leviathan termasuk di antara karya-karya pertama pemikir Eropa yang membela munculnya masyarakat pasar kala itu, di mana kita sendiri masih hidup di dalamnya sampai sekarang.