Talk To Us

Pratinjau

Bagaimana persatuan, kedamaian, dan keamanan dapat diraih Jawaban Hobbes adalah “kedaulatan’. Tetapi bangkitnya minat hari ini kepada Leviathan bukan berkaitan dengan jawaban ini, melainkan metode untuk meraih jawahan tersebut. Hobbes melihat politik sebagai ilmu yang sanggup memiliki pendekatan aksiematik setara geometri. Karena itulah dia mulai dengan prinsip-prinsip dasar hakikat manusia sebelum membahas politik dan sistem negara.

Ditulis selama Perang Sipil berlangsung 1640-1660 di Inggris, salinan Leviathan yang sudah tersebar kemana-mana disita dan dibakar ramai-ramai di depan publik ketika Hobbes masih hidup. Parlemen yang dikuasai kaum Puritan melaknat buku ini sebagai penyebab Kebakaran Besar di Londen! Daya tarik buku ini bagi abad ke-20 bukan karena diangkatnya status politik menjadi ilmu, melainkan perspektif Hobbes untuk meraih perdamaian negeri. Menurut Hobbes, hakikat negara sama dengan hakikat manusia. dimana hidup yang “kotor, brutal, dan singkat (dan patriarkhi) adalah fakta yang tidak bisa diganggu-gugat, sehingga analisa sistematis tentang kekuasaan tidak boleh mengabaikannya. Leviathan termasuk di antara karya-karya pertama pemikir Eropa yang membela munculnya masyarakat pasar kala itu, di mana kita sendiri masih hidup di dalamnya sampai sekarang.

Detail

  • Penerbit: MataBangsa

Budaya dan Masyarakat Orang bisa memberi tafsir yang bermacam-macam tentang perubalian masyarakat dan kebudayaan, karena kedua-duanya memang kaya dengan muaran. Buku ini merupakan hasil pengembaraan intelektual Kuntowijoyo dalam kapasitasnya sebagai sejarawan dan budayawan, yang sangat intens dalam mengamati masyarakat Ditambah dengan penguasaan yang lua terhadap teori-teori “acmal besar”, menjadikan karya…



Salah satu dari konsep sufisme itu, ikhlas, saya ungkapkan lewat cerpen “Sepotong Kayu untuk Tuhan” dalam kumpulan Dilarang Mencintai Bunga-Bunga. Seorang laki-laki tua dengan susah payah telah menebang pohon dan mendorong- nya ke seberang sungai untuk sumbangan pem- bangunan surau. Kayu itu diletakkannya di pinggir sungai. Akan tetapi, banjir membawa…



Dengan ulasan yang sangat bernas, buku ini amat sesuai untuk digunakan sebagai referensi utama dalam melihat hubungan Islam dan ilmu pengetahuan, baik menyangkut aspek-aspek epistemologi (dasar-dasar pengetahuan), metodologi (cara-cara menerjemahkan agama yang normatif ke dalam ilmu teoretis), maupun etika (hubungan antara Islam sebagai ilmu dan realitas sosial).



Dengan perangkat konseptual tentang formasi sosial dan cara berproduksi, Kuntowijoyo menganalisis struktur masyarakat tradisional Madura dan perkembangannya dalam kurun waktu 1850 sampai dengan 1940. Sebagai satuan ekohistorikal, keunikan Madura adalah bentukan ekologi tegal yang khas, yang berbeda dari, misalnya, ekologi sawah di Jawa. Tipe ekologi tegal itu membentuk pola pemukiman…



Find out more

Book a call at a time that suits you

linkedin

Find us on linkedin